Rumah Sebenarnya

Berkutat pada pusaran terdengar masalah serupa mengalir tetesan luka melebihi arti dari air mata ingin ku seka wajahmu ibu.. bergelantung pada langit terdengar keegoisan serupa hanya itu yang ku tau darimu ayah.. lalu aku berharap pada malam coba mendaki walau terjal menjadi jalang karena penatku rinduku pada rumah sebenarnya _or- Nb: Tuhan memberi masalah yang [...]

tanya kata vanya

vanya berkata kepada hatinya “adakah waktu untukku tidur?” terlalu panas mataku melihat dunia terlalu banyak kupingku menerima kata-kata terlalu tajam mulutku mengeluarkan aroma terlalu lelah otakku berpikir akan logika perenungan malam seakan pagi menantang susul menyusul dirongga waktu

Nyawaku

aku tak suka disini terlalu sesak tempat ini lepaskan jiwaku terlalu erat kau menggenggamnya maaf belatiku menikammu karena aku tak suka semua lontarkan saja semua kutukanmu berikan semua untukku aku takkan perduli bukan disini nyawaku -Or-

Peziarahanku

maasih saja ku menangis saat detik melewati peziarahanku kala itu berkabung segenap hatiku mencari damaiku disini mungkin saja masih ada seulas senyum dan peluknya yang tertinggal disini rasa ini begitu ngilu menusuk kedalam ragaku mencabik perasaanku -Or-

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.