Rumah Sebenarnya

Berkutat pada pusaran

terdengar masalah serupa

mengalir tetesan luka

melebihi arti dari air mata

ingin ku seka wajahmu ibu..

bergelantung pada langit

terdengar keegoisan serupa

hanya itu yang ku tau

darimu ayah..

lalu aku berharap pada malam

coba mendaki walau terjal

menjadi jalang karena penatku

rinduku pada rumah sebenarnya

_or-

Nb: Tuhan memberi masalah yang berat untuk kita semua, karena Tuhan tau kita mampu menyelesaikannya dengan sempurna kedalam tangannya amin

Tinggalkan sebuah Komentar

Belum ada komentar.

Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.