vanya berkata kepada hatinya
“adakah waktu untukku tidur?”
terlalu panas mataku melihat dunia
terlalu banyak kupingku menerima kata-kata
terlalu tajam mulutku mengeluarkan aroma
terlalu lelah otakku berpikir akan logika
perenungan malam seakan pagi menantang
susul menyusul dirongga waktu
Tinggalkan sebuah Komentar
Belum ada komentar.
Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal
